Senin, 17 September 2018

Kasih Sayang Yang Saling Menguntungkan

Banyak orang di seluruh dunia menderita depresi dan gangguan kecemasan. Sebagian orang mungkin akan menyampaikan ini diakibatkan oleh problem ekonomi, namun alasan bergotong-royong yaitu ini dikarenakan oleh kurangnya rasa kasih sayang.

Dalai Lama menyampaikan dikala wawancara di Katedral St. Paul, London, "Kalau kita bilang, oh, praktek kasih sayang itu sesuatu yang suci, tidak ada yang akan memedulikan. Jika kita katakan, kehangatan hati benar-benar menurunkan tekanan darahmu, kecemasanmu, stresmu dan meningkatkan kesehatan, maka orang akan menaruh perhatian."

Kasih sayang yaitu ratifikasi akan penderitaan orang lain dan hasrat untuk meringankan penderitaan tersebut.

Sebagai insan sosial, sudah menjadi kemampuan kita untuk bangun dalam satu kelompok, untuk mendukung satu sama lain, menolong satu sama lain, berkomunikasi demi saling memahami, dan bekerjasama, yang telah membawa spesies kita bertahan sampai dikala ini.

Kasih sayang yaitu insting. Riset terkini memperlihatkan bahwa bahkan binatang menyerupai tikus dan simpanse rela melaksanakan upaya yang berat untuk menolong rekannya sesama spesies yang sedang menderita. Insting kasih sayang kita pun bahkan lebih kuat; otak kita saling terhubung untuk kasih sayang.

Melatih kasih sayang tidak hanya memperkuat rasa rasa toleransi dan kepedulian seseorang tapi juga memperlihatkan berbagai laba bagi diri sendiri dan orang lain.

John Haidt dari University of Virginia dan rekan-rekannya memperlihatkan bahwa tidak hanya kita sebagai akseptor rasa kasih sayang yang menerima keuntungan, tapi orang lain juga akan terinspirasi ketika mereka melihat tindakan kasih sayang dan sebagai imbasnya menjadi lebih cenderung suka menolong orang lain dalam putaran arus-balik yang positif.

Mulailah kembangkan rasa kasih sayang dengan orang di sekitarmu.

Minggu, 16 September 2018

Merasa Puas Dengan Ketidaksempurnaan

Jika ketika ini kau berada dalam posisi yang jelek dalam hidupmu, pekerjaan yang tidak memuaskan, hubungan, keuangan, pendidikan, kebiasaan buruk, dan lain-lain; rasanya memang sangat tidak menyenangkan.

Tapi jikalau kau sanggup berbagi mindset yang benar, kau sanggup mengubah hal-hal yang tidak memuaskan itu menjadi kebahagiaan.

Mindset menunggu kebahagiaan yaitu siklus tanpa akhir. Kamu menerima satu kebaikan dan tiba-tiba kau mulai berpikir wacana hal lain yang lebih baik.

Kamu punya halaman rumput, dan melihat rumput tetangga lebih hijau. Kamu berusaha mengubah orang-orang di sekitarmu, pasangan, anak-anak, dan meskipun mereka sudah bersikap lebih baik, kau akan terus mencari hal-hal yang harus kau ubah dari mereka. Kamu tidak pernah puas sepanjang hidupmu.

Maka belajarlah supaya kau sanggup merasa puas ketika ini, tanpa perubahan dari luar.

1. Ambil waktu sejenak untuk bersyukur. Pikirkan hal-hal fundamental yang sanggup kau hargai, kau sehat, keluargamu sehat, kau sanggup menikmati dan memegang apapun yang kau miliki ketika ini yang sudah sangat membantumu atau kau apresiasi. Berikan semua hal itu ucapan rasa syukur.

2. Ubah komentar negatif menjadi positif. Ketika ibu atau istrimu mengomel, kau mungkin akan pribadi berpikir betapa cerewetnya mereka itu. Baliklah apa yang kau pikirkan menjadi, "Mereka sangat peduli padaku, mungkin saya harus memeluk mereka atau memberi kejutan kecil." "Sikap orang ini mengganggu dan tidak dewasa, tapi ia menghargai seni menyerupai juga diriku, mungkin saya harus mengenalnya lebih dekat." dan sebagainya.

3. Temukan hal-hal kecil yang sanggup memberimu kesenangan sederhana. Berjalan-jalanlah sendiri ke taman atau daerah favoritmu, bercengkrama dengan orang terkasih, membaca buku, komik, majalah, ngemil, dan lain-lain. Temukan hal-hal sederhana yang memberimu kesenangan semacam itu dan fokuslah pada perasaan itu ketimbang pada apa yang tidak kau miliki.

4. Temukan hal-hal baik wacana dirimu yang menciptakan bahagia. Kita sering mengkritik diri sendiri, maka ubahlah kritikan itu menjadi hal-hal baik wacana dirimu. Fokuslah pada hal-hal ini ketimbang apa yang tidak kau senangi.

5. Lakukan hal yang sama terhadap orang lain. Daripada mengkritik mereka, tanyakan diri sendiri apa hal baik wacana orang tersebut, apa yang kau sukai darinya seandainya kalian lebih dekat.

6. Terimalah bahwa dunia, orang-orang dan segala sesuatu yang terjadi yaitu indah dan baik apa adanya. Jangan paksa untuk mengubah hal-hal ini, kau hanya perlu menghargainya sebagai apa adanya mereka. Ini akan membebaskanmu dari beban dan memperlihatkan semua ruang yang tersedia untuk berbagi dirimu sendiri. Kamu akan menyadari bahwa ketika ini, setiap ketika yaitu momen yang tepat bagi semua orang.

"Puaslah dengan apa yang kau miliki; bergembiralah atas apa adanya semua hal. Ketika kau menyadari tak ada yang kurang, seluruh dunia menjadi milikmu." -Lao Tzu

Merasa Puas Dengan Ketidaksempurnaan

Jika ketika ini kau berada dalam posisi yang jelek dalam hidupmu, pekerjaan yang tidak memuaskan, hubungan, keuangan, pendidikan, kebiasaan buruk, dan lain-lain; rasanya memang sangat tidak menyenangkan.

Tapi jikalau kau sanggup berbagi mindset yang benar, kau sanggup mengubah hal-hal yang tidak memuaskan itu menjadi kebahagiaan.

Mindset menunggu kebahagiaan yaitu siklus tanpa akhir. Kamu menerima satu kebaikan dan tiba-tiba kau mulai berpikir wacana hal lain yang lebih baik.

Kamu punya halaman rumput, dan melihat rumput tetangga lebih hijau. Kamu berusaha mengubah orang-orang di sekitarmu, pasangan, anak-anak, dan meskipun mereka sudah bersikap lebih baik, kau akan terus mencari hal-hal yang harus kau ubah dari mereka. Kamu tidak pernah puas sepanjang hidupmu.

Maka belajarlah supaya kau sanggup merasa puas ketika ini, tanpa perubahan dari luar.

1. Ambil waktu sejenak untuk bersyukur. Pikirkan hal-hal fundamental yang sanggup kau hargai, kau sehat, keluargamu sehat, kau sanggup menikmati dan memegang apapun yang kau miliki ketika ini yang sudah sangat membantumu atau kau apresiasi. Berikan semua hal itu ucapan rasa syukur.

2. Ubah komentar negatif menjadi positif. Ketika ibu atau istrimu mengomel, kau mungkin akan pribadi berpikir betapa cerewetnya mereka itu. Baliklah apa yang kau pikirkan menjadi, "Mereka sangat peduli padaku, mungkin saya harus memeluk mereka atau memberi kejutan kecil." "Sikap orang ini mengganggu dan tidak dewasa, tapi ia menghargai seni menyerupai juga diriku, mungkin saya harus mengenalnya lebih dekat." dan sebagainya.

3. Temukan hal-hal kecil yang sanggup memberimu kesenangan sederhana. Berjalan-jalanlah sendiri ke taman atau daerah favoritmu, bercengkrama dengan orang terkasih, membaca buku, komik, majalah, ngemil, dan lain-lain. Temukan hal-hal sederhana yang memberimu kesenangan semacam itu dan fokuslah pada perasaan itu ketimbang pada apa yang tidak kau miliki.

4. Temukan hal-hal baik wacana dirimu yang menciptakan bahagia. Kita sering mengkritik diri sendiri, maka ubahlah kritikan itu menjadi hal-hal baik wacana dirimu. Fokuslah pada hal-hal ini ketimbang apa yang tidak kau senangi.

5. Lakukan hal yang sama terhadap orang lain. Daripada mengkritik mereka, tanyakan diri sendiri apa hal baik wacana orang tersebut, apa yang kau sukai darinya seandainya kalian lebih dekat.

6. Terimalah bahwa dunia, orang-orang dan segala sesuatu yang terjadi yaitu indah dan baik apa adanya. Jangan paksa untuk mengubah hal-hal ini, kau hanya perlu menghargainya sebagai apa adanya mereka. Ini akan membebaskanmu dari beban dan memperlihatkan semua ruang yang tersedia untuk berbagi dirimu sendiri. Kamu akan menyadari bahwa ketika ini, setiap ketika yaitu momen yang tepat bagi semua orang.

"Puaslah dengan apa yang kau miliki; bergembiralah atas apa adanya semua hal. Ketika kau menyadari tak ada yang kurang, seluruh dunia menjadi milikmu." -Lao Tzu

Sabtu, 15 September 2018

Kosongkan Cangkirmu

Ajaran ini diungkapkan oleh Nan-in, seorang master Jepang pada periode Meiji (1868-1912). Pada suatu hari dia mendapatkan tamu seorang profesor universitas yang berniat mempelajari Zen darinya.

Nan-in menyajikan teh untuk sang profesor. Tapi dia terus menuangkannya meskipun isinya sudah meluap.

Sang profesor awalnya hanya memerhatikan sampai karenanya tidak tahan dan berkata, "Itu kepenuhan. Tehnya tidak sanggup mengisi lagi!"

"Seperti cangkir ini," kata Nan-in, "kau penuh dengan opini dan spekulasimu sendiri. Bagaimana saya sanggup menunjukkan Zen padamu kalau kamu tidak mengosongkan cangkirmu terlebih dahulu?"

Ajaran ini telah menginspirasi serta disesuaikan oleh banyak orang, terutama biasanya di perguruan-perguruan bela diri, untuk mendidik murid-muridnya semoga selalu membuka hati dan pikirannya terhadap ilmu-ilmu baru.

Salah satu disiplin yang sanggup diterapkan menurut pemikiran ini ialah lebih banyak mendengarkan ketimbang bicara. Terima sudut pandang orang lain lebih dahulu dan tahan dorongan untuk mengumbar semua yang kita tahu. Jika itu kita lakukan maka orang akan lebih menghargai pendapat kita ketika datang giliran kita untuk bicara.

Ajaran ini sangat baik diterapkan dalam proses mencar ilmu dan untuk menyebarkan korelasi yang lebih faktual dengan orang lain. Namun ada saatnya ketika kita harus memakai hal-hal yang sudah kita pelajari untuk menyebarkan kehidupan kita sendiri.

Lakukanlah yang terbaik dalam pekerjaan atau usaha. Jalani dengan ikhlas, inisiatif dan penuh kreativitas untuk membaikkan kehidupan kita sendiri, bukan untuk menciptakan orang lain terkesan atau sebab sekedar disuruh oleh guru maupun atasan.

Manfaatkan "khasiat teh" yang sudah kita minum secara bijak untuk kebaikan banyak orang, bukan semoga semua orang menganggap kita benar atau pintar.

Lalu, akhirnya, terima ilmu gres lainnya di cangkir kita yang sudah kosong.

Mengendalikan Rasa Marah

Kemarahan yaitu emosi alami yang diciptakan dari situasi fight-or-flight oleh fisiologi pikiran dan tubuhmu. Rasa takut yang timbul yaitu respon landasan (flight) dari fisiologimu. Kemarahan yaitu energi emosional yang kau ciptakan untuk melawan (fight) bahaya yang diterima.

Masalahnya yaitu terkadang pikiran kemudian akan membuat rasa murka dari bahaya imajinatif atau tidak nyata.

Imajinasi dapat mengambil alih pikiran dan mengarang skenario yang lebih jelek dari bahaya yang ada.

Kamu mulai mengingat hal yang serupa yang pernah menimpamu, atau mengingat orang yang pernah melaksanakan hal yang sama terhadapmu, sehingga emosi negatif itu berkembang. Emosi ini nantinya dapat mengarahkanmu pada menyalahkan orang lain yang tidak perlu disalahkan. 

Kemarahan yaitu emosi yang rasional. Yang seringkali tidak rasional yaitu skenario-skenario yang dikembangkan oleh pikiran.

Untuk mengendalikan kemarahan diharapkan kesadaran dalam melihat sumber, keyakinan, perkiraan dan penerjemahan pikiran yang membentuk kemarahan tersebut.

1. Lihat kepada siapa bersama-sama kau marah. Siapa atau apa bersama-sama penyebab kemarahanmu. Apakah situasi yang terjadi ketika ini, dongeng dari masa lalumu, ataukah imajinasi yang kau percayai wacana orang atau situasi yang sedang terjadi.

2. Setelah menyadari sumber rasa marah, fokuslah untuk mengentikannya ketika itu juga. Seperti ketika tangan kita menyentuh cerek berisi air mendidih, tentu untuk menghentikan rasa sakitnya kita harus menyingkirkan tangan kita dari cerek yang panas.

3. Berhentilah membayangkan bahwa kau akan disakiti lagi di masa depan, itu hanya akan membuatmu murka bahkan sebelum terjadi apa-apa.

Sadari kemana suatu emosi negatif dapat membawamu. Kamu dapat jadi bad mood sepanjang hari, bahkan kondisi yang lebih jelek di hari-hari berikutnya.

Ingat dan bangkit kembali perasaan yang lebih baik yang kau rasakan beberapa ketika sebelumnya atau di waktu lain.

Bayangkan di masa depan bahwa kau berharap ketika ini kau tidak perlu merasa murka dan lebih banyak memanfaatkan waktu untuk merasa bahagia.

Jumat, 14 September 2018

15 Hal Yang Harus Dilepaskan Semoga Bahagia

Salah satu penyebab ketidakbahagiaan ialah alasannya kita menahan begitu banyak hal yang menjadikan stres dan penderitaan dan tidak sanggup mengikhlaskannya. Namun hal itu bisa berubah dari sekarang. Lepaskan semua hal yang tidak memperlihatkan manfaat bagi diri kita.

Berikut ini 15 hal yang jikalau kau melepaskannya pergi, akan membuat hidupmu lebih gampang dan bahagia.

1. Lepaskan kebutuhan untuk selalu benar. Banyak dari kita yang tidak bisa mendapatkan jadi orang yang salah. Sadari dikala kau mencicipi dorongan untuk mengadu argumen siapa yang benar dan siapa yang salah, kemudian tanyakan pada diri sendiri, "Apakah lebih baik saya jadi benar, atau jadi baik?" Lepaskan egomu.

2. Lepaskan kebutuhan untuk mengontrol. Lepaskan keinginan untuk mengontrol segala hal yang terjadi padamu dan sekitarmu -- situasi, kejadian, orang-orang. Biarkan semua orang dan semua hal menjadi diri mereka sendiri. Biarkan semuanya menjadi diri mereka apa adanya dan kau akan merasa lebih baik. "Dengan mengikhlaskannya, semua urusan menjadi selesai. Dunia dimenangkan oleh mereka yang ikhlas. Namun dikala kau terus mencoba, dunia akan jauh dari kemenanganmu." Lao Tzu

3. Lepaskan perilaku menyalahkan. Lepaskan kebutuhanmu untuk menyalahkan pihak lain atas apa yang kau punya atau tidak punya, atas apa yang kau rasakan atau tidak rasakan. Berhenti membuang tenaga dan bertanggungjawablah untuk hidupmu sendiri.

4. Lepaskan pikiran negatif melawan diri sendiri. Banyak orang yang menyakiti dirinya sendiri dengan teladan pikir negatif, melawan diri sendiri dan berulang-ulang. Pikiran ialah alat yang mahir untuk membangun kehidupan jikalau dipakai secara benar. Jangan biarkan pikiranmu menghancurkan dirimu sendiri.

5. Lepaskan membatasi kemampuan diri. Hilangkan kebiasaan membatasi apa yang bisa dan tidak bisa kau lakukan, apa yang mungkin dan tidak mungkin. Mulai detik ini, kau akan melupakan keyakinan tersebut dan terus mencoba tantangan baru. Kamu akan dengan gampang membebaskan pikiran dari ide-ide yang membatasi kemampuan.

6. Lepaskan keinginan untuk mengeluh. Kejadian buruk, orang yang menyinggung perasaanmu, bukanlah alasan untuk membuatmu tidak bahagia. Kamu sendiri yang membiarkannya menjadi penyebab kesedihanmu. Ubah cara pandangmu menjadi lebih positif, pilih sudut pandang yang berbeda terhadap suatu masalah.

7. Lepaskan keinginan untuk mengkritik. Lepaskan kebutuhmu untuk mengkritik semua hal hanya alasannya berbeda darimu. Semua orang berbeda, namun semua orang mempunyai hak kesejahteraan yang sama. Tiap orang berhak merasa senang dan tentram, tiap orang berhak atas cinta, tiap orang ingin dipahami. Lihatlah setiap orang atas dasar hak-hak asasi ini, maka kau akan menjadi lebih peka terhadap kesejahteraan orang lain.

8. Lepaskan kebutuhanmu untuk membuat orang lain terkesan. Tidak ada gunanya menjadi seseorang yang bukan dirimu untuk membuat orang menghargaimu. Terimalah dirimu yang sesungguhnya, maka orang akan dengan sendirinya tertarik untuk mengenal dirimu lebih dekat.

9. Lepaskan penolakan untuk berubah. Terkadang kita takut untuk berkembang, kita takut harus mengorbankan apa yang sudah kita ketahui sampai hari ini, takut kehilangan filosofi hidup yang kau pikir membuatmu bertahan. Namun hidup bukanlah ihwal menggenggam satu dogma mental yang kau pikir paling baik. Perubahan akan membuatmu jadi orang yang lebih baik setiap hari dalam definisi kebaikan yang lebih sejati. Ikuti apa yang kau tahu akan membuatkan kebaikan dalam dirimu, hiduplah dalam lorong perubahan, bukan dalam ruangan sempit tanpa pintu.

10. Lepaskan label. Berhentilah melabeli segala hal, orang atau insiden diluar pemahamanmu. Hanya alasannya kau tidak mengerti bukan berarti hal itu tidak layak dihargai dan diterima. Bukan pikiranmu, kau akan lebih menghargai dirimu sendiri bukan atas apa yang kau ketahui, tapi atas kelapangan hatimu yang sanggup diisi informasi-informasi baru. "Kebodohan tertinggi ialah dikala kau menolak sesuatu yang tidak kau mengerti." - Joseph Campbell

11. Lepaskan rasa takutmu. Ketakutan hanyalah ilusi, ia tidak nyata. Pikiranlah yang menciptakannya. "Satu-satunya yang harus kita takuti adalah, rasa takut itu sendiri." Franklin D. Roosevelt

12. Lepaskan alasan-alasan. Seringkali kita membatasi dri dengan membuat banyak sekali alasan. Kumpulkan semua alasan itu menjadi satu dan hilangkan dari dirimu. Kamu tidak membutuhkan mereka untuk bertumbuh dan membuatkan diri dan kehidupan. Berhentilah mengelabui dirimu sendiri dan mulailah berusaha lebih keras mengubah dirimu sendiri.

13. Lepaskan masa lalu. Entah apakah masa lalumu lebih baik atau lebih buruk, dikala kau terlalu bergantung padanya, kau mengabaikan masa kini, satu-satunya momen yang kau miliki. Hiduplah di masa kini dan nikmati kehidupan. Hidup bukanlah ihwal satu hal yang indah atau menyenangkan, tapi sebuah perjalanan untuk terus memperbaiki masa depan. Dan itu hanya bisa dilakukan jikalau kau mengusahakannya secara maksimal di masa kini.

14. Lepaskan ketergantungan. Jangan jadikan segala sesuatu, termasuk pasangan yang kau cintai, sebagai sumber kebahagiaan. Bebaskan dirimu sebagai penampung semua sumber energi positif. Ketika kau melepaskan ketergantungan pada orang/lain, kau akan menjadi orang yang lebih damai, toleran, baik dan tenang. Kamu akan bisa memahami banyak hal bahkan tanpa mencoba, memasuki sebuah tempat diluar kata-kata.

15. Lepaskan menjalani hidup berdasarkan cita-cita orang lain. Banyak orang hidup berdasarkan apa yang terbaik berdasarkan orangtua, teman, musuk, guru dan media. Mereka mengabaikan panggilan hati mereka sendiri. Mereka terlalu sibuk menyenangkan semua orang, hidup berdasarkan cita-cita semua orang lain. Kamu hanya mempunyai satu kehidupan. Jadikan kehidupan itu penuh dan maksimal dengan mengisinya dengan hal-hal yang menjadi hasratmu sesungguhnya. Setelahnya, bagikan kembali kebaikan-kebaikan yang sudah kau dapatkan kepada orang lain.

15 Hal Yang Harus Dilepaskan Semoga Bahagia

Salah satu penyebab ketidakbahagiaan ialah alasannya kita menahan begitu banyak hal yang menjadikan stres dan penderitaan dan tidak sanggup mengikhlaskannya. Namun hal itu bisa berubah dari sekarang. Lepaskan semua hal yang tidak memperlihatkan manfaat bagi diri kita.

Berikut ini 15 hal yang jikalau kau melepaskannya pergi, akan membuat hidupmu lebih gampang dan bahagia.

1. Lepaskan kebutuhan untuk selalu benar. Banyak dari kita yang tidak bisa mendapatkan jadi orang yang salah. Sadari dikala kau mencicipi dorongan untuk mengadu argumen siapa yang benar dan siapa yang salah, kemudian tanyakan pada diri sendiri, "Apakah lebih baik saya jadi benar, atau jadi baik?" Lepaskan egomu.

2. Lepaskan kebutuhan untuk mengontrol. Lepaskan keinginan untuk mengontrol segala hal yang terjadi padamu dan sekitarmu -- situasi, kejadian, orang-orang. Biarkan semua orang dan semua hal menjadi diri mereka sendiri. Biarkan semuanya menjadi diri mereka apa adanya dan kau akan merasa lebih baik. "Dengan mengikhlaskannya, semua urusan menjadi selesai. Dunia dimenangkan oleh mereka yang ikhlas. Namun dikala kau terus mencoba, dunia akan jauh dari kemenanganmu." Lao Tzu

3. Lepaskan perilaku menyalahkan. Lepaskan kebutuhanmu untuk menyalahkan pihak lain atas apa yang kau punya atau tidak punya, atas apa yang kau rasakan atau tidak rasakan. Berhenti membuang tenaga dan bertanggungjawablah untuk hidupmu sendiri.

4. Lepaskan pikiran negatif melawan diri sendiri. Banyak orang yang menyakiti dirinya sendiri dengan teladan pikir negatif, melawan diri sendiri dan berulang-ulang. Pikiran ialah alat yang mahir untuk membangun kehidupan jikalau dipakai secara benar. Jangan biarkan pikiranmu menghancurkan dirimu sendiri.

5. Lepaskan membatasi kemampuan diri. Hilangkan kebiasaan membatasi apa yang bisa dan tidak bisa kau lakukan, apa yang mungkin dan tidak mungkin. Mulai detik ini, kau akan melupakan keyakinan tersebut dan terus mencoba tantangan baru. Kamu akan dengan gampang membebaskan pikiran dari ide-ide yang membatasi kemampuan.

6. Lepaskan keinginan untuk mengeluh. Kejadian buruk, orang yang menyinggung perasaanmu, bukanlah alasan untuk membuatmu tidak bahagia. Kamu sendiri yang membiarkannya menjadi penyebab kesedihanmu. Ubah cara pandangmu menjadi lebih positif, pilih sudut pandang yang berbeda terhadap suatu masalah.

7. Lepaskan keinginan untuk mengkritik. Lepaskan kebutuhmu untuk mengkritik semua hal hanya alasannya berbeda darimu. Semua orang berbeda, namun semua orang mempunyai hak kesejahteraan yang sama. Tiap orang berhak merasa senang dan tentram, tiap orang berhak atas cinta, tiap orang ingin dipahami. Lihatlah setiap orang atas dasar hak-hak asasi ini, maka kau akan menjadi lebih peka terhadap kesejahteraan orang lain.

8. Lepaskan kebutuhanmu untuk membuat orang lain terkesan. Tidak ada gunanya menjadi seseorang yang bukan dirimu untuk membuat orang menghargaimu. Terimalah dirimu yang sesungguhnya, maka orang akan dengan sendirinya tertarik untuk mengenal dirimu lebih dekat.

9. Lepaskan penolakan untuk berubah. Terkadang kita takut untuk berkembang, kita takut harus mengorbankan apa yang sudah kita ketahui sampai hari ini, takut kehilangan filosofi hidup yang kau pikir membuatmu bertahan. Namun hidup bukanlah ihwal menggenggam satu dogma mental yang kau pikir paling baik. Perubahan akan membuatmu jadi orang yang lebih baik setiap hari dalam definisi kebaikan yang lebih sejati. Ikuti apa yang kau tahu akan membuatkan kebaikan dalam dirimu, hiduplah dalam lorong perubahan, bukan dalam ruangan sempit tanpa pintu.

10. Lepaskan label. Berhentilah melabeli segala hal, orang atau insiden diluar pemahamanmu. Hanya alasannya kau tidak mengerti bukan berarti hal itu tidak layak dihargai dan diterima. Bukan pikiranmu, kau akan lebih menghargai dirimu sendiri bukan atas apa yang kau ketahui, tapi atas kelapangan hatimu yang sanggup diisi informasi-informasi baru. "Kebodohan tertinggi ialah dikala kau menolak sesuatu yang tidak kau mengerti." - Joseph Campbell

11. Lepaskan rasa takutmu. Ketakutan hanyalah ilusi, ia tidak nyata. Pikiranlah yang menciptakannya. "Satu-satunya yang harus kita takuti adalah, rasa takut itu sendiri." Franklin D. Roosevelt

12. Lepaskan alasan-alasan. Seringkali kita membatasi dri dengan membuat banyak sekali alasan. Kumpulkan semua alasan itu menjadi satu dan hilangkan dari dirimu. Kamu tidak membutuhkan mereka untuk bertumbuh dan membuatkan diri dan kehidupan. Berhentilah mengelabui dirimu sendiri dan mulailah berusaha lebih keras mengubah dirimu sendiri.

13. Lepaskan masa lalu. Entah apakah masa lalumu lebih baik atau lebih buruk, dikala kau terlalu bergantung padanya, kau mengabaikan masa kini, satu-satunya momen yang kau miliki. Hiduplah di masa kini dan nikmati kehidupan. Hidup bukanlah ihwal satu hal yang indah atau menyenangkan, tapi sebuah perjalanan untuk terus memperbaiki masa depan. Dan itu hanya bisa dilakukan jikalau kau mengusahakannya secara maksimal di masa kini.

14. Lepaskan ketergantungan. Jangan jadikan segala sesuatu, termasuk pasangan yang kau cintai, sebagai sumber kebahagiaan. Bebaskan dirimu sebagai penampung semua sumber energi positif. Ketika kau melepaskan ketergantungan pada orang/lain, kau akan menjadi orang yang lebih damai, toleran, baik dan tenang. Kamu akan bisa memahami banyak hal bahkan tanpa mencoba, memasuki sebuah tempat diluar kata-kata.

15. Lepaskan menjalani hidup berdasarkan cita-cita orang lain. Banyak orang hidup berdasarkan apa yang terbaik berdasarkan orangtua, teman, musuk, guru dan media. Mereka mengabaikan panggilan hati mereka sendiri. Mereka terlalu sibuk menyenangkan semua orang, hidup berdasarkan cita-cita semua orang lain. Kamu hanya mempunyai satu kehidupan. Jadikan kehidupan itu penuh dan maksimal dengan mengisinya dengan hal-hal yang menjadi hasratmu sesungguhnya. Setelahnya, bagikan kembali kebaikan-kebaikan yang sudah kau dapatkan kepada orang lain.